Aku tetap berharap kamu tidak akan melakukan ini kepada orang lain atau kepada suami mu kelak. Dan semoga semua yang terbaik selalu ada dalam dirimu dan mudah kamu dapatkan, dan berhentilah menangis walaupun kamu sangat sedih karena masih banyak orang yang sayang dengan mu dan mencintaimu bahkan termasuk aku yang masih sayang dengan mu.
Aku salut sekarang kamu mampu berubah, aku hargai usahamu untuk berubah J, tetapi disinilah sebuah kenyataan yang harus kita hadapi masing- masing, disaat semua penyesalan sudah datang tapi disaat itu juga kenyataan tidak dapat di kembalikan. Jadilah pipit yang selalu tegar dan setia seperti pikiran ku yang menganggap mu selalu setia, aku pergi untuk membuatmu memiliki kebahagian yang lebih baik dariku saat ini, kebahagiaan yang membuatmu benar- benar tentram, yang tidak dapat kamu dapatkan dariku. Aku sadar aku bukanlah yang terbaik lagi buatmu.
Masih ingat dengan ....
pasti
jaga kepercayaan ku juga ya sayng
aku dah berjanji ma diriku sendiri,kamu,ibu,dan TUHAN
PEGANG ITU
sejak kapan?
jujur
apanyaaa
kemarin2 lah
hm
hmmm
sejak aku sayng bebe
mungkin itu kata-kata terindah yang bahkan menyakitkan untuk ku, andai aku belum tau semua ini betapa bahagianya mendengar itu semua. namun inilah hidup jalan tidak selalu lurus, apapun kenyataannya aku harus tetap menerima.
Yah selama 2 minggu ini aku sengaja berpura-pura tidak tau, karena aku belum yakin dengan apa yang aku lihat, memang sialnya diriku harus kembali mengalami lagi, jadi korban tema dari setiap resiko orang berpacaran yang kerap ku sangkal selama ini. Yang ku tau semua ini sudah melampaui batas dimana sebuah ikatan yang dijalin pun memiliki suatu batasan.
Hey kenapa tiba tiba aku ingin menulis sebuah puisi untuk mu, yah anggap saja ini sedikit ungkapan perasaanku kepada mu, aku sudah lama tidak menulis puisi, karena bagi ku puisi dulu hanya sebagai media dimana aku mengungkapkan segala apa yang aku rasa (kesedihan) melalui tulisan. Bacalah tulisan ini karena sebagian dari perasaanku berada didalamnya.
“kuingin
kembali memelukmu Dan mengurai rasa yang begitu dalamnya”
“Kuingin
dirimu masih sisakan masalalu cinta ku sedalam-dalamnya”
“Mungkin
diriimu nenanyakan kepastian dihatiku tentang rasa ini”
“Kutelah
berjanji dan bersumpah setia tak akan hempaskanmu”
“Dirimu
selalu berikan keindahan nyata dan menyinari semua sudut jiwaku”
“Ampuni
mata ini bila tak mampu melihat kedalam cintamu sesungguhnya”
“Aku
telah rela lebur dalam kepedihan, maafkan aku yang sempat melukaimu”
Sedikit tulisan yang aku rasakan ketika aku menulis kata- kata ini, sekarang aku harus benar – benar harus terbangun dan mengambil keputusan pedih ini, untuk memulai sesuatu yang aku impikan selama ini, untuk melangkah dan kembali menggapai semua apa yang aku rencanakan, doakan aku untuk bisa menggapainya, karena sampai sekarang aku masih menganggap doamu adalah kehidupanku. Masih ingatkan dengan kata-kata itu??. J 17/09/2011
akhir-dari-batas-sebuah-cerita-maya part 5
akhir-dari-batas-sebuah-cerita-maya part 5
Tidak ada komentar:
Posting Komentar